Madiun adalah kota
pertamaku menjadi backpaker. Tujuan awal menyaksikan dan mendukung team aeromodelling
akprind (HAAC) berlaga di kejuaraan terbuka di sana. Motor yang menjadi pilihan
untuk mengantarkan kita menuju kota tersebut. Jumat sore (lupa tanggal pasti
nya...hee) kita cap cus dari jogja (tepat nya potorono ^_^) di iringi hujan
deras kita mulai memacu kuda orange untuk melintasi jalanan aspal bersama
pengendara lainya.
Dan yang menjadi
pengalaman seru yakni kita tidak tahu rute menuju madiun. Google map
dan mulut yang menjadi andalan sebagai petunjuk jalan. Sempat beberapa kali kita
tersesat dan salah jalan hingga menemukan jalan yang benar. Jalan penghubung
kota yang menjadi pengantar , bersama truk dan bus kita menerjang kegelapan
malam. Kanan kiri jalan hanya da pohon besar (hutan) penerangan dan rumah
jarang kita temui. Setelah beberapa km kita tempuh akhirnya kita menemukan pom
bensin yang dapat digunakan untuk sejenak beristirahat dan melepas lelah
sebelum melaju lagi menerjang gelap malam.
Setelah 4 jam kita
tempuh akhirnya kita memasuki kota madiun, dan menemukan pos polisi yang
berada di tempat terpencil. Kita menanyakan alamat yang dituju, bapaknya bilang
kalau sudah tidak jauh sekitar 4 km tapi zonk. Setelah kita tempuh ternyata tempatnya
sejauh 7 km (huuffttt). Jam sudah menunjukan pukul 23.00 sambil menunggu jempuan
kita mampir di Alfamart untuk melepas dahaga dan sedikit mengganjal perut
dengan roti. Menunggu dia horor yang aku rasakan, hawa nya sedikit mencekam.
Ada makam dan juga gedung kosong dan jarang rumah penduduk. Ditambah
menghubungi teman-teman tidak ada yang nyambung (sudah pada ngorok kali yaaaa
-__-) Setelah 20 menit mananti ada cahaya motor dari seberang (taaarraaaaa sang
penjemput datang).
To be
continueee.......... :)


0 komentar:
Posting Komentar