Let’s wear hijab for Allah azza wa jalla,
not for human
“Ya Allah
semoga hamba senantiasa istiqomah dalam jalan Mu. Karena hamba ingin melihat
Nabi Muhammad dan memeluk siti khadijah di Surga Mu. Bimbinglah selalu hamba
dan peringatkan lah selalu jika hamba sudah berjalan tidak di jalan Mu.”
Dear shalihat...
Untuk siapa
dan perintah dari siapa sesungguhnya berhijab?
Kalau
jawabanya untuk Allah, yakin?
Yuk,
check dan recheck.
Shalihat,
Hijab merupakan perintah Allah untuk kita, agar terlindung dan terjaga
kehormatanya.
Hijab
bukan permainan ataupun lifestyle.
Hijab
bukan tudung saji yang bisa dibuka tutup
sesuai keinginan kita.
Hijab
bukan pengganti rambut yang bisa kita bentuk-bentuk sepertinya.
Tutorial
hijab bukan di Youtube, Facebook, ataupun sosial media lainya.
Namun!!
Terletak
pada kitab suci sebagai petunjuk/pegangan hidup yakni Al-Qur’an
Yuk kita
check bareng :
QS.
An-Nuur: 31,
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya
kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau
putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara
laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera
saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang
mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan
(terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan
janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang
beriman supaya kamu beruntung.”
QS.
Al-Ahzab: 59,
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri
orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’
Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak
diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”
QS.
AL-Ahzab: 33, “Dan
hendaklah engkau tetap di rumahmu dan janganlah berhias serta bertingkah laku
seperti orang-orang jahiliyah dulu.”
QS.
Al-A’raf: 26, “Hai
anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup
auratmu dan pakaian indah untuk indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah
yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan
Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
Perintah
Allah.
Harus pakai
gamis longgar/abaya/dress/jubah satu potong pakaian menjulur ke seluruh tubuh,
tidak menerawang, tdak memperlihatkan lekuk tubuh, tidak tipis, tinggalkan
celana, tinggalkan pakaian sepotong/sepinggang [QS::33:59]
Kerudung/khimarnya
minimal banget harus menutup dada [QS:24:31]
Ketentuan
ini tertulis jelas dalam Al-Quran yang artinya Allah telah mewajibkan apapun
alasannya. Apakah kita berani untuk tidak mematuhi perintah-Nya? Sedangkan Dia
telah memberikan kenikmatan yang tiada batasnya.
Tidak
jarang dibilang ibu-ibu, nggak modis lah, nggak stylish, nggak gaul, sok alim,
tapi terserah kata dunia yang penting surga. Karena dunia hanya sementara dan
Akhirat selamanya.
Hidup itu
Pilihan.
Maukah
kita jadi muslim yang baik seperti para wanita muhajirin dan ashar?
Mereka
selalu berkata : “sami’na wa athona” (kami dengar dan kami taat). Ketika Allah
mewajibkan menutup auratnya secara sempurna, mereka langsung merobek-robek
gorden rumahnya untuk dijadikan pakaian, bahkan menutup kecantikann wajahnya
dengan niqab/cadar.
Atau!
Maukah
kita hidup dalam kemunafikan, seperti yang tercontohkan dalam sikap dan
perbuatan kaum Nabi Musa AS.
Mereka
berucap : “sami’na wa ashoyna” (kami dengar tapi kami tidak mentaati) Mereka
mendengar, mereka menyimak, mereka tau akan perintah untuk menegakan ajaran
Allah, akan tetapi mereka secara sadar menolak melaksankan perintahNya. Mereka
disibukan oleh keinginan-keinginan pribadi mereka sendiri. Lupalah mereka
terhadap tugas dan kewajiban. Hati mereka tidak lagi cinta pada Allah
sepenunya. Hati mereka mulai condong pada kakafiran.
Maukah
seperti itu? Naudzubillahimindzalik.
Semoga kita
termasuk ke dalam orang yang akan selalu berusaha taat terhadap perintah Allah
SWT dan Rasul Nya. Amin Allohumma Amin.
Juli
2015
My secret
room





