Selasa, 28 Juli 2015

Let’s wear hijab for Allah azza wa jalla, not for human



Let’s wear hijab for Allah azza wa jalla, not for human

“Ya Allah semoga hamba senantiasa istiqomah dalam jalan Mu. Karena hamba ingin melihat Nabi Muhammad dan memeluk siti khadijah di Surga Mu. Bimbinglah selalu hamba dan peringatkan lah selalu jika hamba sudah berjalan tidak di jalan Mu.”

Dear shalihat...
Untuk siapa dan perintah dari siapa sesungguhnya berhijab?
Kalau jawabanya untuk Allah, yakin?
Yuk, check dan recheck.

Shalihat, Hijab merupakan perintah Allah untuk kita, agar terlindung dan terjaga kehormatanya.
Hijab bukan permainan ataupun lifestyle.
Hijab bukan tudung saji yang bisa  dibuka tutup sesuai keinginan kita.
Hijab bukan pengganti rambut yang bisa kita bentuk-bentuk sepertinya.
Tutorial hijab bukan di Youtube, Facebook, ataupun sosial media lainya.
Namun!!
Terletak pada kitab suci sebagai petunjuk/pegangan hidup yakni Al-Qur’an
Yuk kita check bareng :

QS. An-Nuur: 31, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

QS. Al-Ahzab: 59, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.”

QS. AL-Ahzab: 33, “Dan hendaklah engkau tetap di rumahmu dan janganlah berhias serta bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dulu.”

QS. Al-A’raf: 26, “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”

Perintah Allah.
Harus pakai gamis longgar/abaya/dress/jubah satu potong pakaian menjulur ke seluruh tubuh, tidak menerawang, tdak memperlihatkan lekuk tubuh, tidak tipis, tinggalkan celana, tinggalkan pakaian sepotong/sepinggang [QS::33:59]
Kerudung/khimarnya minimal banget harus menutup dada [QS:24:31]

Ketentuan ini tertulis jelas dalam Al-Quran yang artinya Allah telah mewajibkan apapun alasannya. Apakah kita berani untuk tidak mematuhi perintah-Nya? Sedangkan Dia telah memberikan kenikmatan yang tiada batasnya.
Tidak jarang dibilang ibu-ibu, nggak modis lah, nggak stylish, nggak gaul, sok alim, tapi terserah kata dunia yang penting surga. Karena dunia hanya sementara dan Akhirat selamanya.


Hidup itu Pilihan.

Maukah kita jadi muslim yang baik seperti para wanita muhajirin dan ashar?
Mereka selalu berkata : “sami’na wa athona” (kami dengar dan kami taat). Ketika Allah mewajibkan menutup auratnya secara sempurna, mereka langsung merobek-robek gorden rumahnya untuk dijadikan pakaian, bahkan menutup kecantikann wajahnya dengan niqab/cadar.

Atau!

Maukah kita hidup dalam kemunafikan, seperti yang tercontohkan dalam sikap dan perbuatan kaum Nabi Musa AS.
Mereka berucap : “sami’na wa ashoyna” (kami dengar tapi kami tidak mentaati) Mereka mendengar, mereka menyimak, mereka tau akan perintah untuk menegakan ajaran Allah, akan tetapi mereka secara sadar menolak melaksankan perintahNya. Mereka disibukan oleh keinginan-keinginan pribadi mereka sendiri. Lupalah mereka terhadap tugas dan kewajiban. Hati mereka tidak lagi cinta pada Allah sepenunya. Hati mereka mulai condong pada kakafiran.
Maukah seperti itu? Naudzubillahimindzalik.



Semoga kita termasuk ke dalam orang yang akan selalu berusaha taat terhadap perintah Allah SWT dan Rasul Nya. Amin Allohumma Amin.

Juli 2015
My secret room



 

Goresan Tinta Ely Template by Ipietoon Cute Blog Design